Model 5: Connection, Challenge, Concept, Change (4C)

Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011).

13 November 2021, Minggu ke 12 Pendidikan Calon guru Penggerak.

Minggu ini saya mempelajari modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional, sebuah materi yang terkoneksi dengan materi sebelumnya. Sebagai pendidik, saya menyadari bahwa tidaklah cukup apabila murid hanya mengembangkan kemampuan kognitifnya saja. Murid juga perlu mengembangkan aspek sosial dan emosionalnya. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial-emosional berperan penting dalam keberhasilan akademik maupun kehidupan seseorang. Sebagai pemimpin pembelajaran yang memiliki visi mengembangkan pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan murid, maka sudah seyogyanya saya menuntun murid untuk memiliki kamampuan dan keterampilan sosial emosional.

Dalam praktik keseharian saya sebagai pendidik, penguatan pendidikan karakter masih belum optimal saya lakukan. Hal ini karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman saya tentang konsep pendidikan karakter, terutama pengembangan aspek sosial-emosional murid.

Dari modul 2.2 ini saya memahami bahwa Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis kesadaran penuh adalah upaya untuk  menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong  bertumbuhnya budi pekerti. Lewat Pembelajaran Sosial dan Emosional, murid diajak untuk  menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami  berbagai pengalaman belajar yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. Hal ini selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, dalam bukunya “Bagian Pertama : Pendidikan (2011) mengatakan bahwa pendidikan merupakan daya dan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual) dan tubuh anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yaitu kehidupan anak yang sesuai dengan dunianya.

Setelah saya membaca dan memahami modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional ada perubahan paradigma pada diri saya. Apalagi setelah di modul ini disampaikan langkah-langkah penerapan, dan diperkuat analisis kasus, sungguh materi yang luar biasa bermanfaat bagi saya dalam rangka pengembangan diri. Tentu saja saya akan berusaha mempraktekannya, sehingga konsep pembelajaran sosial dan emosional tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi menjadi ilmu dan amal. Semoga Alloh menjaga niat ini dan memudahkan, Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *